Cari Disini / Search Here

Google
 

Wednesday, August 22, 2007

BUKTI ADANYA KEHIDUPAN DI AKHIRAT NANTI

DENGAN berbagai cara Allah s.w.t. memberikan petunjuk dengan firman- firmanNya dalam Kitab Suci-Nya al-Quran al-Karim, yang disampaikan dengan perantaraan Rasul-Nya, Muhammad s.a.w. untuk meyakinkan manusia akan adanya kehidupan kekal sesudah kehidupan yang fana di dunia sekarang ini. Kadang-kadang dengan cara lemah gemulai dan kata-kata berirama yang penuh dengan keindahan, kadang-kadang dengan cara tegas, keras dan ancaman yang menegakkan bulu roma, dan kadang-kadang dengan secara ilmiah, rasional. filosofis yang menggetarkan perasaan tiap-tiap orang yang berfikir.
Dalam uraian-uraian yang silam (di atas ini) kita telah bawakan firman-firman Allah yang mengajak kita merenungkan terjadi dan terciptanya nuthfah yang amat halus. dan bagaimana nuthfah itu dalam prosesnya berubah meniadi darah menjadi segumpal daging. Dan bagaimana daging itu berubah menjadi kerangka yang berupakan tulangbelulang yang dibalut oleh daging kulit. lalu terjadi kepala, kaki dan tangan dengan semua pancaindera alat-alat perlengkapan tubuh yang banyak dan halus sekali. Akhimya dipompakan kepadanya roh, iaitu suatu zat yang bagi kita seghaib-qhaibnya. Sehingga kita lahir ke dunia menjadi bayi yang sempurna, lama-kelamaan menjadi manusia sempurna dengan segala kemampuan. Setelah memberikan keterangan yang amat indah dan ilmiah-filosofis itu. Allah langsung bertanya kepada kita: Apakah Allah yang sudah menciptakan manusia sedemikian rupa tidak akan sanggup menghidupkan manusia yang sudah mati?

Seengkar-engkar, sebodoh-bodoh dan sepintar-pintar manusia yang mendengar keterangan tersebut di atas akan menjawab pertanyaan Allah itu dengan jawaban yang positif. Ya, tentu saja Allah sanggup menghidupkan kembali manusia-manusia yang sudah mati itu.
Langsung di bawah keterangan yang seperti di atas ini, Allah berfirman lagi dengan firman-Nya yang amat indah pula:

"Kamu lihat bumi yang mati (kering), bila Kami turunkan atasnya air (hujan), maka segar-merkah dan menjadi suburlah ia, dan bertumbuhanlah padanya bermacam tumbuhan yang menarik hati." (al-Haj:5)

Cobalah renungkan perumpamaan yang diberikan Allah ini sebaik-baiknya. Satu tanah mati, kering di mana tidak akan dapat tumbuh apapun juga. Tetapi setelah air hujan jatuh padanya, tanah yang keras itu segera menjadi merkah, menjadi lunak sehingga dapat dicangkul, lalu menjadi subur. Bila kita tanam padanya biji mangga dan lainnya, biji itu akan segera tumbuh. berbatang, berdaun, berdahan, akhirnya beranting. beringkang, berkembang, dan akhirnya berbuah. Mula-mula berupakan putik yang hijau dan pahit. falu menjadi besar dan masam, akhirnya menguning dan sangatiah enak dan manisnya bila dimakan. Terang tak dapat dibantah, tanah kering dan air itulah yang menjadi batang, dahan, ranting, daun dan buah yang manis itu.

Demikian pula caranya Allah menciptakan tumbuh-tumbuhan dan tanaman lainnya yang berpuluh-puluh ribu macam dan ragamnya, berpuluh macam rasa dan warnanya. Bilamana tanaman dan tumbuhan itu sudah sampai umurnya, dia menguning lalu kering, mati dan tumbang menjadi tanah kembali. Dan kemudian dari biji atau uratnya yang sudah kering itu, akan tumbuh kembali menjadi tumbuh-tumbuhan dan tanaman yang sama dengan asal usulnya semula, dengan tak berobah bentuk, warna dan rasanya.

Setelah menerangkan hal yang tersebut itu, dengan lantang Allah berfirman:
"Kejadian itu adalah menunjukkan bahwa Allah itu Maha Benar KataNya, iaitu bahwa Dia akan menghidupkan orang-orang yang sudah mati, dan bahwa Dia Maha Kuasa dalam segala hal (perkara). Dan bahwa Kiamat itu pasti datang, tak ada keraguan padanya, dan bahwa Allah akan membangkitkan orang-orangyang dalam kubur itu. " (al-Haj: 6-7)

Demikian jelas dan terangnya keterangan itu, demikian rasionalnya, tetapi orang-orang yang kafir, iaitu manusia-manusia yang otak dan cara berfikirnya terganggu, mungkin diganggu oleh syaitan atau iblis, atau diganggu oleh berbagai-bagai urusan duniawi, tetapi tidak dapat meyakinkan kehidupan Akhirat yang diterangkan oleh Allah dalam Kitab Suci-Nya itu.

Dengan gagah mereka tetap menyanggah sebagai yang diterangkan Allah dalam firman-Nya:
"Jauh, jauh sekali, (untuk dapat dipercayai) apa yang dijanjikan kepada kamu itu. Tidak ada hidup selain kehidupan kami di dunia sekarang ini, kami mati dan hidup, dan tidaklah sesudah mati itu kami akan dibangkitkan kembali. la (Nabi yang menyampaikan keterangan itu) tidak lain hanyalah seorang yang berbohong atas nama Tuhan, dan kami tidak akan beriman dengan dia." (al-Mu'minun: 36-38)

Setelah mendengar sanggahan orang-orang yang kafir itu, Nabi mengeluh dan bermohon kepada Allah:
"Berkata Nabi: Ya Tuhan, tolonglah aku karena mereka sudah mendustakan akan daku. Ber-firman Allah: Tidak akan lama lagi, mereka pasti akan menyesal." (al-Mu'minun: 39-40)

Orang-orang yang tetap tak mau percaya akan adanya kehidupan Akhirat akhirnya akan pasti menyesal. sesal yang tak berguna, karena sesal yang datangnya amat terlambat.
Cobalah bayangkan sendiri, bagaimana hebatnya sesal di hati nanti, bila orang yang sekarang tidak percaya itu tiba-tiba mati, lalu dihidupkan bersama-sama orang lain di Alam Akhirat, lalu melihat dan mengalami sendiri akan kehidupan Akhirat yang didustakan itu, lalu melihat sendiri orang-orang yang percaya itu masuk Syurga, sedangkan dia sendiri dihalau ke dalam Neraka.
Berbagai-bagailah keluhan orang-orang yang menyesal ini. Ada yang bermohon agar dia tidak dihidupkan tetapi diabadikan tanah saja. Ada yang minta agar diberi kesempatan hidup ke dunia kembali, dengan perjanjian ian yang ia akan beriman dan percaya bersama-sama orang mu'minin.

Firman Allah:
"Di hari itu orang kafir itu sama mengeluh: Kiranya kami ini dijadikan tanah saja. (An-Naba': 40) Firman Allah lagi: Dan (alangkah hebatnya, sedihnya) kalau engkau melihat ketika mereka (orang-orang) itu dijejerkan di pinggir Neraka nanti, lalu mereka sama mengeluh: Alangkah baiknya jika kami dikembalikan hidup ke dunia. Kami tidak akan mendustakan lagi akan ayat-ayat Tuhan kami, dan kami pasti menjadi orang-orang yang beriman. Bahkan ia sesudah menjadi kenyataan apa yang dulunya tersembunyi bagi mereka.jika mereka benar-benar dikembalikan ke dunia, pasti mereka kembali lagi kepada apa yang mereka dilarang (pasti mereka akan mendustakan dan kafir lagi), karena sesungguhnya mereka itu adalah pendusta." (al-An'am: 27-28)

Persislah tabiat atau karakter orang-orang yang kafir itu seperti mereka minta tabiatnya pencuri profisional bila tertangkap dan dihukum, mereka minta dibebaskan dan berjanji tidak akan mencuri lagi. Tetapi sekiranya benar -benar mereka dibebaskan, pasti tak lama kemudian mereka akan mencuri kembali. Allah,sudah tahu bahwa tidak ada yang dapat menyadarkan orang-ora g yang kafir dan pencuri itu kecuali mereka dimasukkan ke dalam api Neraka yang bergejolak, biariah di sana mereka terbakar, tersiksa dan me.nyesal (mengeluh) terus-menerus buat selama-lamanya. Alangkah sedih dan ngerinya nasib yang demikian itu. Mati adalah batas kehidupan dunia dan kehidupan Akhirat, batas waktu untuk menyesal dan bertaubat. Sesudah mati tidak akan ada gunanya sesalan dan taubat lagi. Setiap orang pasti akan mati, mungkin dalam waktu yang masih panjang, dan mungkin pula dalam waktu yang sangat dekat. Sebab itu bertaubat dan sesaiiiah segala kesalahan dengan secepat mungkin, agar kita terhindar dari sesalan, keluhan yang hebat dan mengerikan itu. Mudah-mudahan Allah s.w.t. berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita.


0 komentar: